Kamis, 10 Mei 2012

7 hewan yang dianggap paling keramat




7 hewan yang dianggap paling keramat.
 
 
1.Gagak Hitam "Alamat Buruk" .Karena 'tampilan'nya yang menyeramkan, nggak heran makhluk karnivora yang disebut Badb (diambil dari nama dewi peperangan Celtic yang juga pembawa sial), dikeramatkan oleh bangsa Celtic di Eropa.
Kedatangannya adalah pertanda kedatangan Dewi Macha, Dewi Badb atau Dewi Morrigan, dewi-dewi pembawa sial. Kalau sampai burung gagak terlihat, itu tandanya malapetaka, peperangan, atau kematian salah satu anggota suku, bakal terjadi. Tapi di balik itu, bangsa Celtic juga menganggap Burung gagak hitam sebagai simbol dari sifat cekatan, cerdik dan membawa ilmu. Dari perilaku burung gagak mereka bisa belajar bagaimana mengingat masa lalu sebagai bahan pelajaran buat kehidupan selanjutnya.
2.Bison " Roh Baik dan Penolong ".Buat orang Indian, binatang satu ini punya banyak arti. Bukan cuma simbol kekuatan buat kehidupan sehari-hari, tapi tulang kaki suci ysng dihuni oleh roh penolong dan kebaikan yang digunakan untuk menghisap ramuan tradisional yang disebut Ramuan Bison ( Buffalo Medicine ). Asap yang dihasilkan oleh pipa ini juga dipercaya sebagai asap suci pembawa kebaikan dan kekuatan untuk kehidupan. Pipa tulang bison ini juga dipakai sebagai cendera mata tanda penghargaan, pesan perdamaian atau kesepakatan kerjasama dengan suku atau bangsa lain yang bersahabat dengan mereka. 
Karena begitu 'keramat'nya, Bison (Yansi) dipakai sebagai nama anggota suku mereka. Seorang anak yang namanya terdapat kata Yansi (Buffalo, dalam bahasa Inggris), diharap bakal tumbuh menjadi anak yang kuat, cepat mencapai kedewasaan berpikir dan selalu dilindungi roh supranatural dari Bison. Kadang mereka juga menambahkan nama Yansi sebagai penghargaan untuk 'pahlawan' dalam peperangan atau dalam
3.Quetzal " Seharga Emas ".Burung berbulu indah bernama Quetzal (persis seperti nama mata uang Guatemala) ini, dianggap suci yang sangat berharga oleh suku Maya dan Guatemala. Burung yang banyak hidup di daerah hutan hujan tropis ini dipercaya punya hubungan langsung dengan para Dewa, seperti yang terlihat dalam relief-relief di kuil atau candi suci suku Maya, macam Candi Kukulkan. Bahkan, setiap sub dari suku Maya punya sebutan yang berbeda untuk Burung ini. Tapi, setiap nama punya arti yang sama, yaitu melambangkan sifat yang selalu bisa bersatu dengan alam (nature). 
Meski untuk memilikinya mereka mesti menukarkan sejumlah emas, tapi sudah ribuan tahun lamanya, secara turun temurun masyarakat Guatemala dan Suku Maya, memuja dan memelihara Burung ini. Soalnya, Dengan memelihara baik-baik burung Quetzal, suku Maya percaya para Dewa juga akan senantiasa melindungi kehidupan mereka.
4.Sapi " Dilindungi Dewa ".Pernah tahu kan kalau sapi di India begitu 'dihormati' ? Sampai-sampai kalau ada sapi yang berbaring di tengah jalan, nggak ada yang berani mengusirnya! Sebenarnya, menjadikan sapi sebagai binatang suci, Bukan cuma kepercayaan orang Hindu di India. Di beberapa negara lain juga begitu, hanya saja tradisi-nya yang berbeda. Soalnya, dalam salah satu peninggalan bersejarah agama Hindu menceritakan kaitan antara sapi dan Dewa Khrisna. Dalam peninggalan itu disebutkan Khrisna pernah menampakkan diri di bumi dalam wujud pengembala sapi, yang kemudian mereka sebut sebagai Bala-Gopala atau Govinda (artinya seseorang yang melindungi kawanan sapi). Bahkan dalam salah satu kitab suci lain, sapi diumpamakan sebagai 'ibu kehidupan', karena air susunya banyak berguna buat manusia. Menyucikan sapi ini sebenarnya berhubungan dengan filosofi yang tertanam dalam ajaran Hindu. Yaitu pentingnya hidup selaras dengan alam sekitar. Makanya mereka menganggap menyakiti, apalagi memakan makhluk hidup lain yang bernyawa adalah suatu kesalahan besar.
5.Kucing Hitam" Simbol Mistik ? " .Anda pasti tahu dalam setiap cerita nenek sihir bisa dipastikan ada “kucing hitam”-nya. Menjelang malam Hallowen tahun ini, simbol kucing hitam dijual dalam bentuk boneka kecil atau gantungan kunci di berbagai penjualan accessories. Mengapa kucing hitam selalu dikaitkan dengan dunia sihir atau magic? Ini bermula dari sejarah dijaman babylonia kuno saat kucing hitam dipersembahkan dalam upacara ritual untuk dibakar bersama sesaji lainnya. Mitos ini timbul karena ada seekor kucing hitam yang tidur ditengah-tengah seekor ular dengan pulasnya, pada saat itu ular merupakan lambang dari kejahatan.Pemahaman ini terus berkembang hingga abad pertengahan. Di Jerman, ada kepercayaan bahwa apabila ada seekor kucing hitam yang lompat ke tempat tidur orang sakit, kematian akan datang pada orang yang sakit itu.Lain lagi dengan kepercayaan orang Normandia, mereka percaya apabila dalam perjalanan Anda melihat seekor kucing hitam yang sedang menyebrang di tengah bulan purnama, mereka percaya bahwa Anda akan terserang suatu epidemik. 

Di Firlandia, masyarakat di sana percaya bahwa kucing hitamlah yang membawa jiwa manusia ke alam baka. Di China, kehadiran seekor kucing hitam merupakan pertanda bahwa mereka akan terkena penyakit atau akan jatuh miskin. Ceritanya sedikit berubah ditempat lain, di India, jiwa yang bereinkarnasi dapat dibebaskan dengan melempar kucing hitam ke api. Ada satu legenda dari Bengali bahwa ada seorang wanita yang dapat merubah jiwa manusia menjadi seekor kucing hitam, dan setiap kucing hitam yang disakiti akan menyakiti wanita itu juga. Masyarakat Celts percaya bahwa kucing hitam dapat memprediksi masa depan. Druids pada masa Inggris kuno percaya bahwa kucing merupakan jelmaan seseorang yang berbuat jahat di masa lalunya kemudian di hukum menjadi seekor kucing hitam. 

Ada juga kepercayaan lain, yang mengatakan bahwa kucing hitam ini merupakan salah satu penyamaran para penyihir. Walaupun tidak ada saksi yang pernah menyaksikan ada penyihir yang berubah menjadi seekor kucing hitam atau seekor kucing hitam yang berubah menjadi seorang penyihir, tetapi mereka mengatakan bahwa suatu hari mereka menyakiti seekor kucing hitam dan kucing hitam itu terluka, dan keesokaan harinya mereka menemukan luka yang sama ditempat yang sama kucing itu terluka pada seorang wanita.

Kepercayaan lain mengatakan bahwa kucing hitam adalah partner para penyihir untuk menyelesaikan their evil deeds. Mereka akan terbang dengan sapu lidi mereka dan mulai membuat keributan tetapi kepercayaan yang satu ini diakhiri dengan memberikan mereka permen-permen yang manis untuk mengantisipasi para penyihir itu agar tidak membuat keonaran.

Percaya atau tidak, apakah kucing hitam ada hubungannya dengan dunia spiritual itu semua terserah Anda.
6.Harimau " Dewa Penjaga Keseimbangan " . Bagi masyarakat adat Melayu dan Talang Mamak, Harimau biasa juga disebut Rimau dianggap Dewa atau Datuk. Mengapa? Konon, menurut mitos, hewan ini berasal dari seorang anak manusia yang dikutuk ayahnya karena bandel, sehingga diusir ke hutan. Dalam belantara itu ia kemudian menjadi penguasa, sehingga disebut raja hutan. 
Setelah menjadi raja hutan, ada perjanjian dengan manusia: jika menyebut Datuk berarti saudara dan ia tidak menampakkan diri. Namun, jika menyebut Harimau berarti musuh. Hingga kini, jika bertemu Harimau dalam hutan, mereka memanggilnya Datuk. Begitu kuatnya pengaruh Datuk, muncul keyakinan pada Orang Melayu dan Talang Mamak : jika berperilaku melanggar adat dan merusak hutan, Sang Datuk akan marah dan memperlihatkan fisiknya.
Lain dengan daerah sepanjang Sungai Cinaku, di utara Taman Nasional Bukit Tigapuluh (TNBT). Di sini, dikenal Harimau jadi-jadian: disebut Cinaku, yakni Harimau yang menjelma menjadi manusia. Bentuk fisiknya persis seperti manusia, tapi tidak punya belahan pada bibir atas. Makhluk ini biasanya dipelihara dukun untuk menjaga desa, mengobati penyakit, dan menghukum (bisa sampai membunuh) jika ada anggota masyarakat berperilaku melanggar adat. Tahun 1998, empat orang migran mati diterkam harimau, karena mengambil kayu di Bukit Fatimah, hutan pusaka tempat berdiamnya dewa Rimau. 

Berdasarkan mitos dan kepercayaan itu, Orang Melayu dan Talang Mamak tidak mau membunuh harimau, kecuali jika terpaksa.Misalnya, jika sang datuk sudah membunuh manusia. Betapapun, dalam kepercayaan masyarakat tradisional, dewa harimau berfungsi menjaga kerukunan masyarakat dan keseimbangan makhluk di bumi: antara manusia, hewan dan alam. Keseimbangan alam, karena itu, perlu dijaga dan Harimau punya hak hidup di alam yang dihuni manusia.
7.Gajah Putih " Dianggap Dewa Peperangan " .  Mitos dan legenda gajah putih dimulai di Asia Tenggara. Dalam cerita Buddha, gajah putih dihubungkan dengan pengetahuan. Pada malam Buddha dilahirkan, ibunya bermimpi seekor gajah putih datang untuk menghadiahkannya sebuah bunga teratai, lambang kemurnian dan pengetahuan. Sepanjang beberapa ratus tahun berikutnya, dua negara yaitu Burma dan Thailand (Siam), bagi keduanya gajah putih merupakan hewan yang penting. Gajah putih merupakan kunci sukses untuk kemiliteran, baik peperangan massa, dan duel gajah. 
Gajah putih juga merupakan kunci untuk pertunjukan arak-arakan kebesaran. Para raja bersedia meluangkan waktu dan tenaga yang banyak untuk berburu gajah di hutan. Gajah putih bukan merupakan gajah biasa. Ia memiliki kekuatan keramat dan dianggap dewa peperangan juga pembawa kesuburan. Bagi raja Burma dan Siam, memiliki hewan keramat ini adalah hal yang sangat penting. Seorang raja yang memiliki banyak gajah putih yang bagus akan berhasil. Kerajaannya akan makmur dan pemerintahannya akan berlangsung lama. Jika gajah putihnya mati, maka akan membawa musibah untuk raja dan pemerintahannya.
        
Pernyataan berikut diambil dari pernyataan Buddha Tiga Dunia mengatakan ; Raja yang hebat memiliki tujuh hal penting, yaitu :
seorang istri yang sempurna, bendahara yang baik, perdana menteri yang bijaksana, seekor kuda yang tangkas, roda hukum,mutiara yang berharga untuk membimbingnya dalam bertindak, dan gajah putih yang mulia.

Pada abad ke-19, gajah putih diresmikan sebagai salah satu keajaiban dunia dari Siam. Seorang amerika, Frank Vincent, memberikan judul pada bukunya di Asia Tenggara, The Land of The White Elephant.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar